Inilah berita terbaru mengenai gempa dan Tsunami di Jepang. Tsunami yang terjadi di bagian timur laut Jepang setelah diawali dengan gempa sebesar 8,9 skala richter (SR) terjadi begitu dahsyat dan telah memporak-porandakan Negara Jepang, Pemberitaan di berbagai media dan jejaring sosial hampir semuanya mengabarkan seputar peristiwa di Jepang.
Korban gempa dan tsunami di jepang semakin bertambah
Menurut informasi yang diterima oleh aurapesona.com, Sampai saat ini jumlah korban yang dinyatakan hilang terus bertambah. Perkiraan jumlah korbanpun semakin banyak jumlahnya ketika dilaporkan bahwa tsunami juga telah menyapu sebuah kapal yang saat kejadian sedang membawa 100 orang penumpang.
Selain itu, gempa dan tsunami yang telah terjadi di negara jepang ini telah menimbulkan kebakaran di berbagai tempat negara itu, salah satunya adalah sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir Tohoku Electric Power Co di Kota Onagawa.
Beberapa gempa susulan yang terjadi usai gempa berkekuatan 8,9 SR juga telah mengakibatkan sebuah hotel di Kota Sendai ambruk. Beberapa orang dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan gedung hotel tersebut.
Gempa dan tsunami di jepang merupakan gempa terbesar
Jalaran tsunami di Indonesia diperkirakan maksimal 1,5 meter
Untuk Indonesia, tsunami diperkirakan mencapai Indonesia bagian timur pada pukul 18.30 WIB dengan ketinggian maksimal 1,5 meter. Jalaran tsunami di Indonesia akibat gempa berkekuatan 8,9 di Jepang terpantau baru sampai di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara dengan ketinggian 10 cm. Hal ini disampaikan juga oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Fauzi, ketika dihubungi oleh wartawan pada hari Jumat (11/3/2011).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika masih memonitor jalaran tsunami
Stasiun BMKG yang memantau tsunami adalah di Tahuna, Sangihe serta Bitung, Sulut dan Papua Nugini. BMKG sampai pukul 18.45 WIB masih memonitor jalaran tsunami.
“Kita nggak tahu, apakah 10 cm itu yang terbesar atau akan naik, kita masih monitor,” ucap Fauzi.
“Kita pantau sampai 2 jam ke depan, karena perkiraan kita jam 18.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB,” jelasnya.


cuma bisa melongo pas liat videonya.. sungguh2 bencana yg tak terperikan… padahal mungkin ini cuma bagian kecil dari kuasa Tuhan…